Belajar Menjadi Netizen Yang Cerdas Dengan Tidak Kepo Urusan Orang

Belajar Menjadi Netizen Yang Cerdas Dengan Tidak Kepo Urusan Orang

Jika kita melihat orang-orang yang berpacaran, mereka terlihat sangat bahagia, dan rasanya sangat serasi. Tapi kita tidak tahu seperti apa di dalam itu. Seperti apa hubungan antara kedua orang tersebut. Mungkin mereka memiliki masalah yang besar, atau ada menyimpan sesuatu. Jadi kita tidak bisa menjudge langsung saat melihat hubungan seseorang. Kita tidak bisa langsung menilai, saat melihat sesuatu yang ada di hadapan kita. Karena orang hanya akan menunjukkan coveran nya saja. Jadi yang kita lihat bukan berarti itu yang benar-benar dirasakan oleh mereka.

Belajar Menjadi Netizen Yang Cerdas Dengan Tidak Kepo Urusan Orang

Ada banyak kejadian dimana sebuah pasangan yang memiliki masalah besar didalamnya, sebuah rumah tangga yang memiliki masalah besar, yang bahkan hubungan mereka sudah berada di ujung jalan. Dimana sudah ada pikiran untuk cerai, dan lain sebagainya. Tapi saat di luar, mereka akan menunjukkan mereka okey. Mereka akur. Sehingga orang akan melihat mereka tidak apa-apa. Mereka keluarga yang bahagia. Padahal di keluarga mereka sedang ada apa-apa. Sehingga saat tiba-tiba ada terdengar kabar perceraian atau masalah yang tiba-tiba memuncak di keluarga mereka.

Yang dimana sampai harus membutuhkan bantuan orang lain. Maka banyak orang yang kaget. Dan hal seperti ini banyak sekali terjadi di lingkungan masyarakat. Banyak terjadi di sekitar kita. Untuk itu, kita sebagai netizen alangkah baiknya tidak terlalu ikut campur akan urusan keluarga orang. Atau tidak ikut menjudge keluarga orang. Biarkan mereka dengan urusan rumah mereka, dan kita dengan uirusan rumah kita. Pun kalau kita sebagai tetangga yang bersimpati, ingin menunjukkan simpati kita, Ya tunjukkan dengan memberi salam, memberi sapa, memberi dukungan. Pun kalau orang yang bersangkutan ingin ceritakan kepada anda, yowes.

Tapi kalau yang bersangkutan terlihat tertutup, ya jangan paksakan. Belajar untuk menghargai ranah orang. Menghargai orang lain. Karena di Indonesia sendiri terlalu sering sikap yang kepo akan kegiatan atau perkembangan hubungan orang, keluarga orang. Sehingga membuat orang-orang melewati batasannya. Sampai mereka secara tidak langsung ikut mencampuri urusan orang. Sehingga orang yang bersangkutan akan merasa tertekan.